NEWS

Ternyata Ada Andil Jokowi untuk Nama Bayi Perempuan yang Lahir di Tol Cipali

loading...

hayangkari Ramadniya, bayi yang lahir di Tol Cipali Km 82 pada 2 Juli 2017 kini dalam keadaan sehat tak kurang suatu apapun.

Bayi dari ibu Sukati ini sempat menghebohkan dunia maya, terutama sosial media lantaran persalinannya yang terjadi di pinggir jalan Tol Cipali.

Kejadian ini bermula ketika Sukati, yang berasal dari Desa Tulis Selo Piro, Lasem, Kabupaten Rembang, Jawa Tengah bepergian sendiri.

Melansir dari Grid.ID, saat itu Sukati tengah naik bus Kiara Mas.

Bis yang ditumpanginya tersebut tiba-tiba berhenti di pinggir jalan tol Cipali.

Ternyata, hal tersebut disebabkan oleh Sukati sudah tak kuasa lagi menahan kontraksi.

Dilaporkan oleh Tribun Jabar, kejadian tersebut terjadi pada pukul 10.40 WIB.

Saat itu kebetulan Satlantas Polres Purwakarta sedang melakukan patroli.

Rombongan patroli lantas mendekati Bus Kiara Mas yang berhenti di pinggir jalan tol.

Setelah didekati ternyata tampak Sukati tergeletak di pinggir.

Polisi lantas meminta bantuan kepada penumpang perempuan lainnya untuk membantu proses persalinan.

Saat itu Sukati hanya pergi seorang diri tanpa didampingi keluarganya.

Setelah perjuangan, Sukati akhirnya bisa tersenyum lega lantaran bayinya telah lahir ke dunia dengan selamat.

Bayi Sukati diketahui berjenis kelamin perempuan.

Pihak kepolisian pun segera mengevakuasi Sukati dan bayinya ke Rumah Sakit Siloam Purwakarta menggunakan kendaraan dinas lalu lintas.

Kondisi ibu dan anak tersebut kini diketahui dalam keadaan sehat dan baik-baik saja.

Nama untuk bayi yang lahir di jalan Tol Cipali tersebut juga menjadi perbincangan netizen.

Mereka mengaitkan nama yang diberikan untuk bayi tersebut dengan Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo (Jokowi).

@mh_dwika menuliskan, “BHAYANGKARI RAMADNIYA @neng_jepret Ramadniya adalah nama operasi kepolisian untuk ramadhan dan hari raya.. yg sebelumnya dgn nama ops Ketupat kemudian atas gagasan beliau bapak Presiden Jokowi .. Ops Ketupat berganti menjadi Ops Ramadniya.”

@nita_joshcharisma mengatakan, “Namanya bagus banget ya… Krna ditolong pak polisi namanya bhayangkari, trus brhubung adanya operasi ramadniya ditambahlah nama lengkapnya rahmadniya.”

@princesmoanna ungkapkan, “Nama ny bagus bgt,tp lumayan berattt tuh krn brhubungan sm negaraaaa…tp smoga dede cantk klak bs mmbanggakan negara nusa bangsa y dek..dan jgn lpa dgn jasaa bapak2 pol ny.”

Kasatlantas Polres Purwakarta saat mengevakuasi ibu dan bayi yang lahir di Tol Cipali KM 82 arah Jakarta, Minggu (2/7)
Kasatlantas Polres Purwakarta saat mengevakuasi ibu dan bayi yang lahir di Tol Cipali KM 82 arah Jakarta, Minggu (2/7) (IST/Tribun Jabar)
Bayi Sukiati saat dibawa oleh Kasatlantas Polres Purwakarta AKP Arman Sahti
Bayi Sukiati saat dibawa oleh Kasatlantas Polres Purwakarta AKP Arman Sahti (TribunJabar/Mega Nugraha)
Kasatlantas Polres Purwakarta Arman Sahti saat membawa bayi Sukiati ke Rumah Sakit.
Kasatlantas Polres Purwakarta Arman Sahti saat membawa bayi Sukiati ke Rumah Sakit. (TribunJabar/Mega Nugraha)

Lahir di Cipali

Beberapa hari sebelumnya, seorang ibu juga melahirkan bayinya di Tol Cipali.

Tepatnya di rest area kawasan ruas Tol Cipali KM 62 Jakarta – Cikampek (Japek).

Saat itu ruas tol tampak macet karena tingginya volume kendaraan yang melintas.

Tingginya volume kendaraan ditambah banyaknya aktivitas keluar masuk pemudik arah Jakarta di sejumlah rest area Tol Japek menimbulkan kepadatan di ruas tol tak terhindarkan.

Tribun mencatat, rekor kepadatan hingga KM 72 Tol Cipali dan Purbaleunyi.

Di KM 62 tersebut, sebuah bus dari arah Tol Cipali menuju Jakarta mendadak masuk ke rest area.

Saat itu antrian untuk masuk ke rest area tampak sangat padat.

Tiba-tiba sejumlah penumpang bus turun dan tampak mencari-cari petugas medis untuk meminta pertolongan.

Saat itu adzan maghrib telah berkumandang, dan beberapa petugas di rest area tengah menjalankan ibadah salat Maghrib.

Selepas salat Maghrib, Bripda Lendra dari Dokkes Polres Karawang melihat penumpang yang tengah panik tersebut.

Ia lantas bergegas masuk ke dalam bus.

Ketika Bripda Lendra masuk, kondisi bus sangat penuh.

Wajah-wajah penumpang yang hendak menuju ke Jakarta tersebut tampak panik.

Di kursi tengah tampak seorang perempuan yang diketahui bernama Salamah (30) yang baru saja mudik ke Jawa Tengah dan akan kembali ke Jakarta.

Kondisinya sangat mengkhawatirkan, tubuhnya lemas dan matanya terpejam.

Pinggang hingga lutut ditutup kain, darah membasuh pakaian sang perempuan.

Suaminya panik.

Saat Lendra melihatnya, sang ibu tengah kontraksi melahirkan.

“Saat itu si ibu lemas, pas saya datang dia sadar dan bilang pak, bantu saya, bayi saya mau lahir, ” ujar Lendra ditemui Tribun Jabar di rest area KM 62, Jumat (30/6/2017) dan mengisahkan detik-detik proses persalinan seorang pemudik di dalam bus dan terjebak kepadatan di Tol Jakarta – Cikampek (Japek), sehari sebelumnya.

Bayi perempuan dari ibu bernama Salamah (30) setelah lahir dengan selamat.
Bayi perempuan dari ibu bernama Salamah (30) setelah lahir dengan selamat. (Istimewa)

Celana sang ibu sudah terbuka, diduga karena dibuka suaminya saat Salamah kontraksi.

Diprediksi, ia telah kontraksi melahirkan sejak pukul 14.00.

Sang suami, penumpang dan sopir tampak panik dan kebingungan.

“Saat saya lihat, ternyata si ibu sudah bukaan tiga. Sebagian kepala bayi sudah keluar. Lalu saya keluar bus mengambil tandu,” ujarnya.

Tak lama kemudian petugas medis dari Dinkes Kabupaten Karawang datang ke lokasi.

Mereka lantas membawa tandu ke dalam bus untuk mengangkat Salamah yang kondisinya tidak memungkinkan untuk berjalan.

“Si ibu ditandu dari dalam bus hingga keluar. Di luar bus, ibu Salamah langsung diangkut mobil Dokkes dan dibawa ke RS Wira Medika karena alat medis disini kurang lengkap untuk membantu proses persalinan,” ujarnya.

Mobil Dokkes dikawal oleh motor Polisi Militer (PM), menembus kepadatan Tol Japek keluar GT Karawang Timur untuk persalinan Salamah.

“Setiba di rumah sakit, sekitar 1 jam bayi alhamdulillah lahir selamat dengan jenis kelamin perempuan seberat 3.3 kg,” ujarnya. Ia mengaku baru kali ini terlibat pertolongan pertama ibu melahkan di situasi genting.

“Banyak yang panik sekali, tapi saya coba tenangkan mereka dan membantu sebisanya. Alhamdulillah semua pihak turut membantu menyelamatkan ibu dan bayinya,” ujar Lendra.

loading...
Loading...