NEWS

Pelajar SMA Nekat Produksi Uang Palsu, Inilah Deretan Faktanya! No 4 terkait Inspirasi Pelaku

loading...

Seorang pelajar di Kalimantan Timur nekat memproduksi uang palsu (upal).

Ia melakukan tindakan yang melanggar hukum itu seorang diri.

Adapun lokasi yang ia gunakan untuk memproduksi uang adalah kamar kos miliknya.

Pelajar kelas XI SMA tersebut akhirnya diringkus aparat kepolisian Kaltim melalui tim Opsnal Polres Berau yang dikomandoi AKBP Andy Ervyn selaku Kapolres Berau, pada Rabu (5/7/2017) sekitar 09.00 WITA.

Lebih lanjut, berikut Tribunwow.com hadirkan fakta soal tindak yang dilakukan remaja berinisial DAW (17) tersebut.

1. Polisi temukan upal senilai Rp 7 juta

Sebagaimana dikutip dari Tribun Kaltim, penggerebekan dilakukan aparat kepolisian di kamar kos pelaku yang terletak di Jalan Akb Sanipah II, Tanjung Redeb, Kabupaten Berau, Kaltim.

Tak tanggung-tanggung, polisi menemukan uang senilai Rp 7.150.000.

Nilai tersebut terdiri dari 96 lembar uang palsu (47 lembar pecahan Rp 100 ribu, dan 49 pecahan Rp 50 ribu).

“Kalau di total sekitar Rp 7.150.000 yang jajaran sita tadi pagi. Pelaku langsung dibawa ke Mapolres Berau untuk proses hukum lebih lanjut,” demikian seperti yang dikatakan Kabid Humas Polda Kaltim, Kombes Pol Ade Yaya Suryana.

2. Uang palsu digunakan pelaku berbelanja

Dikatakan Kepala Satuan Reskrim Polres Berau, AKP Damus Asa, penangkapan DAW bermula dari adanya laporan warga yang juga pedagang toko kelontong.

Ia mendapati uang yang digunakan DAW untuk membayar belanja di tokonya, palsu.

Setelah mendapat laporan, polisi mendatangi warung dan memastikan ciri-ciri pelaku.

Polisi lalu memperlihatkan foto DAW beserta alamat tinggalnya.

“Kami langsung selidiki dan tangkap pelaku di Jalan Ajisah II, Kecamatan Tanjung Redeb, Berau, Rabu (5/7/2017) pukul 09.00,” ucap Damus Asa sebagaimana dikutip dari Kompas.com.

Sementara itu, dari proses belanja yang dilakukannya menggunakan uang palsu, DAW kemudian mendapat kembalian uang asli.

“Dia mendapatkan Rp 258.000 uang (asli) yang diperoleh dari membelanjakan uang palsu,” tuturnya.

Sementara itu, dikatakan Damus, pelaku mengaku baru membelanjakan uang palsu tersebut pada Selasa (4/7/2017) lalu.

“Dia mengaku baru membelanjakan ( uang palsu) di tanggal 4 Juli 2017 lalu. Tapi, kami tetap akan mengembangkan kasus ini karena bisa ada kemungkinan aksi ini berlangsung lama,” tutupnya.

3. Pelaku gunakan alat sederhana untuk produksi uang

Selasa (4/7/2017) lalu DAW membeli alat-alat yang bisa digunakan untuk memproduksi uang palsu.

Peralatan tersebut termasuk sederhana.

Pasalnya, DAW hanya membutuh kan sebuah printer Merk Canon Pixma E460 serta beberapa alat tulis.

Sementara kemampuan editing menjadi modal bagi remaja tersebut untuk memproduksi uang palsu tersebut.

“Ia mengopi uang asli pecahan Rp 100 ribu dan Rp 50 ribu menggunakan printer,” ujar Ade.

Pelaku pembuat uang palsu yang diamankan jajaran reserse Polres Berau, Rabu (5/7/2017) sekitar 09.00 WITA
Pelaku pembuat uang palsu yang diamankan jajaran reserse Polres Berau, Rabu (5/7/2017) sekitar 09.00 WITA (Polda Kaltim)

Di sisi lain, dari hasil penggerebekan di kamar kos pelaku, aparat menyita sejumlah barang bukti meliputi:

– Printer Canon Pixma E460 warna hitam

– Kurang lebih satu rim kertas HVS F4

– Dua kotak tinta printer Data Print

– Hp Oppo A 37 warna Gold

– Cutter

– Penggaris

– Tas warna hitam

– Dompet warna cokelat

– Sepeda Motor Kawasaki Ninja Hijau KT 6714 GB

– Rokok

– Minuman kopi kemasan botol

– Parfum

– Uang Palsu senilai Rp 7.150.000, dengan pecahan uang Rp 100 ribu sebanyak 47 lembar dan pecahan Rp 50 ribu sebanyak 49 lembar

– Masing-masing 1 lembar uang asli pecahan Rp 100 ribu dan Rp 50 ribu, yang digunakan untuk mencetak uang palsu

– Uang asli senilai Rp 258.000 hasil kembalian belanja menggunakan uang palsu

4. Inspirasi pelaku

Nekat melakukan tindakan yang melanggar hukum, DAW ternyata punya inspirasi tersendiri.

Sebelum mencetak uang, pelajar tersebut mengaku menonton video di laman Youtube yang memperlihatkan proses produksi uang palsu.

Dari video berdurasi lima hingga tujuh menit tersebut, ia kemudian nekat mencetak uang sendiri.

“Dia mengaku semua dipelajari dari Youtube sekitar 5 hingga 7 menit,” kata Kepala Satuan Reserse Kriminal Kepolisian Resor Kota Berau, Ajun Komisaris Polisi Damus Asa, Rabu (5/7/2017) seperti dikutip dari Kompas.com.

Sementara motifnya diketahui untuk mendapat uang asli secara mudah.

“Motif pelaku adalah mendapatkan uang asli dengan cara mudah, lewat uang kembalian dari tiap uang yang diduga palsu yang dibelanjakannya,” kata Damus Asa.

loading...
Loading...