NEWS, TIPS

Stop menggunakan Kata ‘Jangan’ Pada Anak Anda! Mereka Butuh Penjelasan.

loading...

Orang tua yang mempunyai anak di usia balita memang akan kerap heran dengan segala tingkah laku yang dilakukannya. Ada kala orang tua akan berteriak keras untuk menghentikan perbuatan si anak, misalnya saat anak mulai mengacak-acak deretan buku, atau memporak-porandakan seisi rumah.

Pada saat demikian, kata pertama yang akan dikeluarkan orang tua adalah kata ‘Jangan’. Namun, orang tua harus berhati-hati pada setiap kata yang Anda ucapkan, bukannya menghentikan si anak malah kata-kata itu justru berdampak buruk bagi anak.

Anak-anak meninggalkan rumah untuk keluar dan bermain, orang tua merasa perlu untuk melindungi keselamatan mereka. Secara naluriah mereka menyuruh mereka untuk berhati-hati. Orang tua melakukan ini untuk menanamkan rasa waspada pada mereka sehingga mereka tidak terluka. Ini adalah reaksi refleksif untuk memberitahu anak-anak agar “Jangan ini, jangan itu” saat mereka mulai bermain. Ketika mereka bergabung dengan teman mereka untuk mengendarai sepeda mereka, orang tua menyuruh mereka untuk “Jangan ini, jangan itu”.” Saat mereka berlari mengelilingi halaman, memanjat pohon, menggunakan alat tajam selama waktu kerajinan; naluri orang tua mengatakan kepada mereka untuk mengatakan, “Jangan ini, jangan itu”.”Orang tua adalah pelindung. Untuk mencegah anak-anak menyakiti diri mereka sendiri, orang tua mencoba menggunakan bahasa pencegahan untuk menjaga agar anak-anak mereka tidak waspada. Masalahnya, “Jangan Main itu!”.

Ungkapan itu memiliki makna yang sangat banyak, sehingga hal itu tidak ada artinya. Tanpa rincian atau panduan spesifik, anak-anak tidak tahu apa yang perlu mereka waspadai. Mereka perlu diberi penjelasan tentang apa yang harus mereka perhatikan dan mengapa. Apa yang akan terjadi jika mereka tidak melanjutkan ?

Tanpa penjelasan yang akurat, anak-anak mungkin mulai menganggap segala sesuatu sebagai ancaman. Yang samar, “Jangan, Nanti Jatuh!” bisa diterjemahkan untuk berhati-hati terhadap segala hal di sekitar Anda. Semuanya berbahaya. Dengan nilai ini ditanamkan di dalamnya sejak usia muda, mereka mungkin akan tumbuh percaya bahwa tidak ada yang aman. Mereka mungkin menjadi paranoid dan penakut. Mereka cenderung tidak terlibat dalam aktivitas fisik karena kemungkinan cedera yang akan datang. Mereka tidak akan melangkah keluar dari zona nyaman mereka karena terlalu menakutkan.

Biarkan anak-anak tahu untuk melanjutkan dengan hati-hati, tapi jangan membuat mereka takut terjatuh. Mereka perlu belajar bagaimana bangkit kembali, membersihkan diri, dan melangkah maju.Saat mengingatkan mereka untuk berhati-hati, lebih spesifik. Jelaskan situasinya, dan apa sebenarnya yang harus mereka perhatikan. Jangan memberi mereka perasaan bahaya yang samar dan tidak masuk akal. Katakan pada mereka mengapa aktivitas itu berbahaya, tapi jangan membatasi pilihan mereka. Masih mengizinkan mereka untuk terlibat dalam aktivitas tersebut. Biarkan mereka menemukan batas-batas mereka sendiri dan kembangkan rasa hati-hati mereka sendiri.

Seperti yang Anda ketahui pada saat ini, “Jangan” terlalu kabur.Tidak ada yang salah dengan ungkapan “jangan” saat niat Anda murni. Tapi anak butuh lebih banyak informasi. Mereka perlu tahu secara spesifik apa yang perlu mereka perhatikan dan apa yang mungkin terjadi jika tidak.

Inilah yang bisa Anda katakan untuk memberi anak-anak Anda sedikit penjelasan lebih banyak

“Ayo main bola di halaman, karena kalau di dalam ruangan bisa kena kaca jendela, nanti bisa pecah.” Atau,

“Tidak boleh mencoret-coret meja!”, kita dapat memberikan kertas, “Kalau menggambar bisa di atas kertas, karena meja bisa kotor dan sulit untuk membersihkannya.”

Jauhkan salah satu ujung tongkat Anda di tanah.Jangan lari di dekat tepi kolam.

“Kalau main, lihat temennya mungkin bisa kena mereka kalau tidak hati hati.”

“Jika mainanmu masuk ke jalan, teleponlah orang dewasa.untuk meminta tolong untuk mengambilnya”

“Beritahu temanmu jikakamu tidak menyukai cara mereka bermain.

“Perhatikan saat memanjat sehingga kamu tidak tergelincir”.

Dengan memberikah penjelasan maka anak akan mengerti dan lebih merasa dihargai.

 

 

 

loading...
Loading...