NEWS

Perbandingan Gerak Anies dan Ahok saat Menangani Banjir, Ada Layar Besar hingga Sibuk ‘WhatsApp-an’

loading...

Hujan yang mengguyur DKI Jakarta selama satu jam hari ini, Senin (11/12/2017), menyebabkan sejumlah tempat terkena banjir.

Melansir dari Kompas.com, beberapa tempat yang tergenang banjir di antaranya Kebayoran Baru, Blok M, Jalan Adityawarman, Jalan Pulo Raya, Taman Dharmawangsa, hingga area dekat kantor Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta.

Genangan mencapai sekitar 50 sentimeter di sekitar Jalan Iskandarsyah. Tepatnya dari Mall Blok M hingga Pasaraya.

Sedangkan di kawasan Blok M, air yang mengalir deras menyebabkan pejalan kaki maupun motor tak bisa melintas.

Jalan Adityawarman juga tergenang banjir setinggi 1 meter sehingga kendaraan tidak bisa melintas.

Hingga berita ini diterbitkan, belum ada penjelasan resmi terkait tindakan yang akan dilakukan oleh Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan.

Jika membicarakan soal Ibu Kota yang menjadi langganan banjir, tentu saja figur pemimipinnya paling jadi sorotan.

Kadang upaya yang dilakukan gubernur DKI Jakarta masa sekarang dibanding-bandingkan dengan gubernur sebelumnya.

Lantas seperti apa perbandingan Anies Baswedan dan Basuki Djahaja Purnama saat mengatasi banjir Jakarta?

Beberapa bulan lalu, tepatnya tiga hari usai Anies Baswedan resmi dilantik menjadi Gubernur DKI Jakarta, Senin (16/10/2017), Jakarta dilanda banjir.

Bahkan banjir yang melanda kawasan Cipete Utara, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, menyababkan satu warga kehilangan nyawa.

Korban bernama Ridwan (30) itu meninggal akibat tersengat listrik ketika hendak memindahkan barang di rumahnya yang tergenang banjir, Kamis (19/10/2017).

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan kemudian melakukan layatan dan turut berbelasungkawa atas meninggalnya Ridwan.

Pemimpin baru Ibu Kota Jakarta itu berjalan melewati jalan sempit menuju Musala Nurul Iman, tempat jenazah Ridwan disalatkan sekitar pukul 22.41 WIB.

Dalam kunjungannya itu, Anies Baswedan berjanji akan menindaklanjuti dan mencari jalan keluar untuk mengatasi masalah di Cipete Utara.

Selain terjun langsung ke lokasi banjir, Anies Baswedan juga diketahui memantau kondisi Jakarta lewat Jakarta Smart City yang ada di lantai 3 Balai Kota DKI Jakarta.

Hal itu terjadi saat hujan deras mengguyur sebagian besar wilayah DKI Jakarta sejak Kamis (19/10/2017) sore.

Melansir dari Kompas.com, Anies melihat beberapa tauangan kamera CCTV dalam layar besar yang menampilkan titik-titik banjir.

Ada juga aplikas Qlue yang ditayangkan di layar besar itu. Aplikasi Qlue merupakan aplikasi laporan warga.

Anies mengaku ingin melihat perkembangan Ibu Kota setelah diguyur hujan deras melalui Jakarta Smart City itu. Apalagi ia mendapat laporan adanya tanggul jebol di Jatipadang.

Bagaimana Ahok?

Sama halnya dengan Anies, Ahok juga kerap terjun langsung ke lokasi bencana.

Namun, terdapat perbedaan pada keduanya saat meninjau langsung banjir yang mendera ibu kota pada Senin (20/2/2017) lalu.

Kala itu, Anies yang masih berjuang mendapat kursi DKI 1, langsung yang berada di Cipinang Melayu, turun ke genangan air dan berbicara dengan beberapa warga yang masih berada di rumah mereka.

Pada hari yang sama, Ahok yang kala itu masih menjabat sebagai gubernur Jakarta mengunjungi Cipinang Melayu.

Bedanya, Ahok lebih memilih banyak diskusi dengan dinas-dinas terkait dan warga ketimbang ‘nyemplung’ ke dalam air.

Soal Jakarta Smart City

Seorang netizen bernama Ismail Al Anshori yang mengaku mantan staf eks Gubernur DKI Ahok berkicau melalui Twitternya.

Pemilik akun @thedufresne itu, menuturkan perbedaan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan dan Ahok ketika merespon banjir.

Ismail mengaku pernah menjadi pegawai magang di Balai Kota hingga akhirnya dia diangkat sebagai staf Ahok.

Ia mengaku tidak pernah melihat Ahok di ruang Jakarta Smart City.

Menurut dia, Ahok tidak pernah terlihat berpose di ruangan Jakarta Smart City selama dirinya 19 bulan bekerja bersama Ahok

Ahok, kicaunya, malah sibuk ‘bermain’ dengan aplikasi pesan singkat WhatsApp.

Berikut cuitannya:

“19 bln kerja brg Ahok, gw ga pernah lihat dia berpose foto di ruangan ini. Kl banjir, Ahok sibuk d grup whatsapp penjaga pintu air & lurah.”

“Ruangan ini sdh siap Jan ‘16. Tp Ahok blg: “gw ga mau pake kalo isinya cuma layar gede ga ada fungsinya.” Akhirnya baru diresmikan Juni ‘16.”

“Btw, Ahok itu sangat responsif pas whatsappan. Kalo lg ga ada meeting, dia bales WA dlm wkt 5-10 menit. Gw sering diskusi kebijakan via WA.”

“Dan dia tau detail daerah mana aja yg kena, kepala dinas/lurah mana yg ga kerja, pintu air mana yg ga berfungsi optimal, dsb,”cuit @thedufresne.

loading...
Loading...