NEWS

Waspada Ransomware! Jangan Nyalakan Komputer Sebelum Lakukan Ini

loading...

Sejak Jumat (12/5/2017) dunia tekhnologi tengah dihebohkan dengan ransomware yang menyerang beberapa rumah sakit di Indonesia.

Program bernama Wannacry itu mengunci sistem rumah sakit sehingga data di dalam komputer tidak bisa di akses.

Tak hanya menyerang di Indonesia, ransomware juga menyerang 16 rumah sakit di Inggris dan telah menyebar luas ke 99 negara dalam waktu kurang dari dua hari.

Gugur Bunga Berkumandang, Situs Polda Riau Jadi Sasaran Gerilya Hacker Pendukung Ahok!

Hingga kini, potensi penyebaran program berbahaya tersebut masih mengancam.

Direktur Jenderal Aplikasi dan Informatika Kementerian Komunikasi dan Informatika (Keminfo) Semuel Abrijani Pangarepan ikut angkat bicara.

Heboh Berita Hacker, Berikut 5 Situs Resmi Pemerintah yang Pernah Kebobolan!

Dilansir dari KOMPAS.com, menurutnya program ransomware WannaCry bisa menjakit komputer di Indonesia tanpa disadari.

“Ini kan libur panjang (akhir pekan), beberapa kantor ada yang tutup hingga Senin depan. Takutnya begitu menyalakan PC mereka terinfeksi sehingga (ransomware WannaCry) masuk ke jaringan,” ujar Semuel kepada KompasTekno, Sabtu (13/5/2017).

Samuel saat di hubungi KOMPAS.com, dirinya mengaku sedang melakukan inspeksi di rumah sakit yang terserang Wannacry di Indonesia.

Manurutnya, saat ini Kemenkominfo sedang mengupayakan solusi untuk sistem komputer yang terlanjur terkunci.

Pemerintah bekerja sama dengan Indonesia Security Incident Response Team on Internet Infrastructure (Id-SIRTII) untuk merumuskan langkah pencegahan penyebaran ransomware WannaCry.

Menanggapi hal tersebut, Ketua Id-SIRTII M.

Salahuddin mengimbau pengguna komputer perorangan dan kantoran untuk tidak langsung menyalakan komputer bergitu saja pada Senin (15/5/2017) besok.

Dirinya juga menyarankan agar komputer tidak langsung terhubung ke jaringan internet.

Sebab ransomware WannaCry bisa menginfeksi dengan mudah tanpa diketahui.

Ketika satu komputer ternjangkit, maka ransomware WannaCry langsung menyebar ke beberapa komputer, akhirnya ikut terjangkit.

Didin juga mengungkapkan terkait infeksi ransomware WannaCry di Indonesia, tetapi belum disadari oleh kantor atau korban yang bersangkutan.

Ransomware (KOMPAS.com)

“Justru kekhawatirannya karena ini long weekend, pada tidak sadar sudah terinfeksi dan ketika Senin pada aktif, jadi bencana yang meluas,” katanya.

Komputer terkena ransomware WannaCry tak bisa diperbaiki

Perlu diwaspadai bahwa progam ini sangat jahat.

Pasalnya, apabila sudah terinfeksi malware tersebut, data yang terkena enkripsi tidak akan dikembalikan seperti semula oleh siapa pun, kecuali si penjahat cyber.

Program ini akan menyandera data korban dengan cara melakukan eknsripsi data penting.

Kemudian,data tersebut akan diacak sedemikian rupa sehingga pengguna tidak bisa melihat data aslinya.

Untuk mengembalikan data tersebut, pengguna hasrus membeli password dari penjahat cyber untuk mendekripsi ulang data.

Untuk “membeli” password dari si penjahat itu pun dipastikan bukan perkara yang mudah. Alasannya, si penanam Ransomware biasanya meminta uang dalam mata uang cyber, Bitcoin.

Hal tersebut diterangkan oleh Alfons Tanujaya analis Vaksin, dalam seminar “Age of Ransomware” di Jakarta, Selasa (26/5/2015).

Untuk membeli pasword dari penjahat Cyber, harus menggunakan mata uang Bitcoin.

Pembelian password tersebut cukup rumit dan panjang.

“Saya harus menukar uang Rupiah ke Dollar AS. Setelah itu harus menukarnya kembali ke mata uang Bitcoin. Cukup panjang prosesnya,” ujar Alfons.

Program ini sangat berbahaya, pasalnya lembaga antivirus pun tak sanggup mengembalikan data yang telah dienskripsi.

Ransomware (KOMPAS.com)

(TribunWow.com/Woro Seto)

loading...
Loading...