NEWS

Tak Tahan Difitnah, Tsania Marwa Akhirnya Bongkar Pencitraan Atalarik Syach

loading...

Setelah sempat absen di sidang perceraianya karena umrah, Atalarik Syah (43) akhirnya menghadiri sidang perceraiannya dari artis peran Tsania Marwa (26) di Pengadilan Agama Cibinong, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, pada Selasa (18/4/2017).

Tiba kira-kira pukul 10.15 WIB, Atalarik, yang mengenakan kemeja batik, tampak berjalan masuk ke gedung pengadilan dengan pengawalan ketat oleh 14 pria berseragam hitam.

Sedangkan Tsania Marwa nampak ketus dan tak mau saling menyapa dengan suaminya itu.

Usai sidang perceraian mereka yang memasuki tahap mediasi itu, Tsania Marwa menegaskan tetap ingin bepisah.

Hari ini sudah terjadi mediasi, bisa dibilang berjalan cukup baik, tapi saya tetap pada keputusan saya, melanjutkan gugatan cerai pada Atalarik dan minta hak asuh anak. Saya mohon maaf kalau saya kurang kooperatif, saya mau siapkan mental saya. Saya mau beri klarifikasi tentang banyak hal,” ucap Tsania Marwa ditemui di Pengadilan Agama Cibinong, Jawa Barat, Selasa (18/4).

Tak hanya itu, dalam kesempatan saat bertemu wartawan, kuasa hukum Tsania juga memberikan klarifikasi mengenai ucapan Atalarik Syah yang menyudutkan Tsania Marwa sebagai pihak yang bersalah dalam kisruh rumah tangga mereka.

Berikut poin-poin yang diklarifikasi oleh pihak Tsania.

1. Tsania Marwa dan anak-anaknya dititipkan ke Mertua

“Pertama saya mau klarifikasi bahwa terkesan klien kami (Tsania Marwa) kabur dari rumah, tapi ini tidak benar. Justru, Atalarik menelepon ke mertuanya untuk menitipkan istri dan anak-anaknya, karena waktu itu Atalarik shooting dan pulangnya subuh-subuh. Sehingga tidak ada klien kami kabur dari rumah,” tutur Hamdan.

2. Tsania Dihalangi oleh Atalarik Syah dan keluarganya untuk bertemu anak

“Terkesan Tsania nggak care sama anak-anaknya, dan nggak protect mereka, itu sama sekali nggak benar. Yang benar dia punya izin dengan Atalarik, bahkan Marwa izin sama mertuanya, ada kesepakatan soal mengasuh anak,” jelas kuasa hukum.

Tak hanya itu, Tsania juga menagku diusir saat hendak menemui anak-anaknya.

“Tsania berhak secara hukum perlindungan anak untuk melihat right visit, melihat anaknya. Dikira bawa polisi, padahal dia sudah punya iktikad baik melapor ke RT, kemudian didampingi oleh Babinkamtibnaspol, polisi yang selalu berada di kelurahan untuk mendampingi dia,” beber Hamdan.

3. Atalarik Mengingkari Janjinya

Ada kesepakatan barang-barang yang harus dikembalikan dari rumah Atalarik Syah kepada Tsania Marwa.

“Pengacara tak pernah menepati janji ada pertemuan dan pengembalian barang tahap 2 dan tahap 3, saya angkat di ruang mediasi, terkesan tergugat mau menjalin hubungan baik dengan saya, tapi kok ga sesuai dengan tindakannya. Pertama, dia nggak ngizinin saya ketemu anak, lalu saya diturunin di tengah jalan, dia nahan barang-barang saya yang dia tahu itu barang yangg saya suka, terus saya dilaporkan pidana kalau saya bobol masuk rumahnya. Gimana saya bisa percaya dia mau rujuk, kalau sikapnya begitu,” kata Tsania.

4. Tsania Dilarang Datang Ke Rumah

“Kalau mau punya niat baik, izinkan saya datang ke sana, biarkan saya ketemu anak-anak dan ambil barang-barang saya, tapi Arik bilang nggak bisa. Kalau mobil pantas dibilang harta gono-gini, nah kalau sepatu dan tas kan lucu. Saya terkesan lebih peduli barang daripada anak saya, padahal tak begitu,” pungkas Tsania Marwa

Hal terakhir yang ingin diklarifikasi oleh Hamdan, terkait anak-anak. Hamdan menjelaskan, Atalarik lah yang membawa anak-anaknya, bukan Tsania yang membawa kabur anak-anak.

“Suster sudah menyiapkan barang-barang anak-anak, padahal saat hari H Atalarik menelepon orangtua Tsania bahwa hanya mau anak-anak makan pizza, bukan untuk dibawa. Sampai sekarang sudah lebih satu bulan, dia (Atalarik Syah) membawa tanpa menunggu datang mertuanya di rumah,” jelasnya.

“Klien saya ikut di mobil, tapi mereka cekcok di mobil. Tidak ada kesepakatan pergi ke rumah itu. Apa yang terjadi? Klien kami diturunkan di jalan,” tutur pengacara Tsania.

Sumber:tribunnews.com

loading...
Loading...