NEWS

Lihat Cakepnya Pegawai Pemda Pendamping UKM Asal Garut Ini, Pasti Bikin Kamu Pengen ‘Didampingin’ Juga

loading...

Melihat sosok perempuan muda, cantik, imut di kalangan Pegawai Pemerintahan, jelas bukan suatu hal yang biasa kita jumpai di lapangan. Karena pekerjaan di institusi pemerintahan, bukan sesuatu yang terlalu disukai generasi muda yang lebih suka tantangan berbasis usaha kreatif.

Adapun yang berseragam serupa dengan PNS (setelan khakies, atau atasan putih bawahan hitam) yang kita jumpai kebanyakan adalah tenaga kontrak atau yang juga dikenal sebagai honorer.

Namun siapa sangka ditengah komunitas PNS di Pemda Garut bisa kita jumpai gadis cantik bernama Zahra Nur Amirah. Meskipun berseragam mirip dengan Tenaga non PNS, atau kontrak, namun bungsu dari dua bersaudara asli Garut, kelahiran 19 Januari 1992 ini adalah pegawai pendamping Kementrian Koperasi dan UKM lho.

“Saya memang rekrutan Kementrian Koperasi dan UKM untuk pendampingan pelaku usaha kecil di Kabupaten Garut. Kontrak saya perenam bulan sekali dengan gaji atau honor langsung dari anggaran Kementrian Koperasi dan UKM,“ Kata Zahra saat ditemui disela-sela kegiatan pendampingan pada acara sosialisasi dan temu bisnis oleh Deputi Bidang Restrukturisasi Usaha Kemenkop UKM di Garut.

Zahra yang tinggal di Perum Puri Cimanganten Garut adalah lulusan SMAN 1 Garut dan penyandang sarjana S1 Peternakan Universitas Padjajaran Bandung.

Saat ditanya ketertarikannya dalam bidang pekerjaan saat ini, karena ia dihadapkan pada posisi untuk membantu mengangkat produktifitas para pelaku usaha mikro kecil menengah.

“Saya tinggalkan dua pekerjaan sebelumnya di dua perusahaan Selular besar dan terkemuka di Indonesia karena lebih tertarik untuk membantu para pelaku usaha kecil ini,”Ungkap Zahra, seperti dilansir dari Gapuraindonesia.com

Wanita berhijab ini juga mengatakan bahwa pekerjaan nya yang sekarang jauh lebih menantang, walaupun mungkin secara finansial di pekerjaan yang terdahulu Zahra mendapatkan lebih banyak.

Bagi Zahra, bisa membantu para pelaku usaha kecil, lebih bermanfaat daripada harus berkutat dengan pekerjaan kantoran konvensional di sebuah perusahaan besar.

“Menjadi fasilitator pemerintah dengan pelaku usaha untuk mengakses Ijin Usaha Mikro Kecil atau IUMK yang dibiayai sepenuhnya oleh negara telah memberi saya banyak pengalaman baru dan semakin paham arti dunia usaha sesungguhnya,”Tutur pemilik kulit putih bersih ini.

Selain itu alasan lain Zahra mengambil pekerjaan sebagai fasilitator, karena ia merasa sedih dengan banyaknya potensi pengusaha lokal yang tidak bisa berkembang dengan baik, karena terkendala berbagai hal, dan akhirnya ide tersebut diambil perusahaan asing.

“Persaingan (usaha) juga smakin ketat. Tentu diperlukan pembaharuan dalam pemerintahan, dengan jiwa –jiwa muda yg terampil dan inovatif juga berwawasan luas,” ujarnya.

Menjadi fasilitator dan memiliki paras cantik, bagi Zahra justru memberikan banyak pengalaman menarik. Ia merasakan berbagai suka duka dalam pekerjaan ini.

“Saya sih sangat senang karena dapat dengan mudah membantu para pelaku usaha yang selama ini belum memiliki IUMK dan usaha mereka cenderung stagnan karena sulit mengkases pasar dan modal juga,” Tambah perempuan yang sedang menyelesaikan pendidikan Pasca Sarjana nya di Ikopin tersebut.

Soal penghasilan yang menurun. Bagi Zahra, berapapun itu asalkan bermanfaat bagi orang lain ia merasa sudah sangat cukup. Apalagi saat ini ia belum berkeluarga, sehingga belum ada tanggung jawab yang lebih besar.

“Pokoknya hidup mengalir saja dengan obsesi kedepan sampai saat ini masih tetap ingin berusaha membantu memajukan para pelaku UKM sehingga mereka mampu berdaya saing dalam masyarakat ekonomi Asean,”

loading...
Loading...