NEWS

Walau Sudah Minta Maaf, Pria yang Katakan Bom Kampung Melayu Rekayasa Akan Tetap Diproses Secara Hukum

loading...

Ahmad Rifai Pasra, pria yang menyebarkan informasi yang menyebutkan bom Kampung melayu adalh rekayasa akan menjalani proses hukum. Hal tersebut ditegaskan oleh Direktorat Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri.

Direktur Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri Brigjen Pol Fadil Imran menyatakan jika proses hukum tetap berlanjut meskipun Rifai telah meminta maaf kepada Kapolri Jenderal Pol Tito Karnavian melalui surat terbuka.

“Tetap lanjut proses hukumnya,” ujar Fadil, Selasa (30/5/2017), dikutip dari kompas.com.

Keluarga Rifai telah mengajukan penangguhan penahanan, pasalnya pria tersebut masih memilki tanggungan keluarga. Istrinya tengah hamil dan dua anaknya masih kecil.

Fadil menjelaskan jika dirinya tidak bisa memastikan pengajuan penangguhan penahanan tersebut akan dikabulkan.

“Tergantung pendapat penyidik,” kata Fadil.

Sebelumnya, seperti diwartakan detik.com, Rifai mengaku menyesal telah memposting informasi sesat yang menyebut peristiwa bom di Terminal Kampung Melayu, Jakarta Timur sebuah rekayasa.

“Kami dari kuasa hukum diminta menyampaikan surat terbuka permintaan maaf pada bapak Kapolri dan masyarakat Indonesia yang sudah tersakiti akibat status FB-nya yang viral di dunia maya terkait bom Kampung Melayu dan peristiwa lainnya,” ujar M Ihsan selaku kuasa hukum Rifai, Senin (29/5/2017).

Ihsan menjelaskan jika klieannya yang kini berusia 37 tahun tersebut sangat menyesal atas perbuatannya.

“Terlihat penyesalan dan kesedihan di raut muka ARP sehingga dia menuliskan surat permintaan maaf pada Bapak Kapolri dan penyesalan atas kebodohan dan kesalahannya menulis di FB sehingga menyakiti banyak orang,” ungkapnya.

loading...
Loading...