NEWS

Geger! Polisi Bongkar “Pabrik Like”, yang Ditemukan Bikin Melongo

loading...

Pernahkah kamu mendengar soal pemberi like palsu di media sosial? Ternyata hal ini bukan isapan jempol semata dan terbukti memang benar ada.

Kepolisian dan tentara di Thailand berhasil membongkar dan menggerebek sebuah “pabrik like” yang menjalankan bisnisnya untuk memberikan like di WeChat.

Awalnya, pihak berwajib menduga bahwa rumah yang berada di perbatasan Kamboja tersebut digunakan untuk menjalankan bisnis call center palsu untuk praktik penipuan. Namun, yang ditemukan malah bikin melongo.

Berbekal dugaan ini, kepolisian dan tentara pun bekerjasama melakukan penggerebekan. Siapa sangka, di rumah kontrakan itu ditemukan tiga orang asal Cina, yakni Wang Dong, Niu Bang, dan Ni Wenjin.

Setelah ditangkap, para pelaku mengaku bahwa mereka dibayar oleh sebuah perusahaan Cina untuk menjalankan akun bot di aplikasi WeChat.

Dilansir kompas.com dari The Verge, Rabu (14/6/2017), akun bot ini digunakan untuk memproduksi Like di media sosial. Dengan begitu engagement sejumlah produk yang dijual online di Cina akan meningkat.

Untuk melancarkan aksinya, perusahaan Cina tersebut membekali para pelaku dengan 474 iPhone dengan tipe 5S, 5C, dan 4S, 10 unit komputer, 347.200 kartu Sim milik operator telekomunikasi Thailand, serta sejumlah peralatan elektronik lain. Bersama para pelaku, barang-barang ini diamankan oleh pihak berwajib sebagai bukti.

Pelaku mengaku, untuk pekerjaan tersebut mereka dibayar 150.000 bath atau sekitar 58,7 juta rupiah per bulan. Tugas mereka pun cukup mudah, hanya memberikan like palsu di WeChat.

Sementara itu, Thailand dipilih menjadi markas operasional karena biaya telekomunikasi yang relatif murah.

Kini, ketiga tersangka yang menjalankan pabrik Like ini telah diamankan oleh pihak berwenang Thailand. Mereka didakwa dengan berbagai tuduhan. Bukan hanya soal apa yang mereka kerjakan, tersangka juga didakwa karena tinggal melebihi batas waktu visa, bekerja tanpa izin, hingga pemakaian kartu sim tak terdaftar.

loading...
Loading...