NEWS

Dari Balik Tembok Penjara, Ahok Sampaikan Pesan ‘Keberagaman’ Peringati HUT DKI Jakarta

loading...

Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok hingga saat ini masih mendekam dalam jeruji besi penjara.

Sementara itu, Kamis (22/6/2017) menjadi momen penting bagi warga Jakarta.

Hal ini lantaran ibukota tengah merayakan hari jadinya.

Ya, tepat di hari ini, DKI Jakarta berulang tahun ke-490.

Pagi tadi, Djarot dan sejumlah PNS Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menggelar upacara peringatan ulang tahun di Lapangan Monas.

Dalam kesempatan tersebut, Djarot kemudian menjelaskan pesan khusus yang disampaikan Ahok berkaitan dengan momen ulang tahun Jakarta.

Dikatakan Djarot seperti dikutip dari Tribunnews, Ahok berpesan agar warga Jakarta menjaga kebergaman.

“(Pesannya) bahwa memang Jakarta itu beragam. Tapi keberagaman mempersatukan sebagai bangsa,” kata Djarot kepada wartawan.

Gubernur DKI Jakarta Djarot Saiful Hidayat dan Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi di Terminal Kampung Rambutan, Jakarta Timur.
Gubernur DKI Jakarta Djarot Saiful Hidayat dan Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi di Terminal Kampung Rambutan, Jakarta Timur. (Wahyu Aji)

Selain itu, dijelaskan Djarot, Ahok juga berharap Jakarta menjadi wilayah yang ramah bagi siapa saja.

Ahok juga menyatakan harapannya pada PNS DKI Jakarta agar memberikan pelayanan yang baik terhadap masyarakat.

“(Ahok bilang), kita punya tanggung jawab besar, saling melayani,” katanya.

Selain itu, dalam momen peringatan ulang tahun DKI Jakarta tersebut Djarot juga menekankan masih banyak hal yang perlu dibenahi dari ibukota.

Mantan Wali Kota Blitar itu pun mengatakan ada sejumlah ‘tertib’ yang harus selalu diterapkan di Jakarta.

“Ya kita terus (lakukan) tertib itu (untuk Jakarta),” ujar Djarot, saat ditemui di area Jiexpo Kemayoran, Jakarta Pusat, Rabu (21/6/2017), seperti diwartakan Tribunnews.

Adapun tertib yang dimaksud Djarot mencakup beberapa hal.

“Tertib buang sampah, ini kita harus ada kesadaran, Jakarta itu milik kita bersama,” jelas Djarot.

“Jangan buang sampah sembarangan, meskipun ada Pasukan Orange, Pasukan Kuning, Pasukan Pelangi ya,” kata Djarot..

Ia juga menekankan pentingnya penertiban pedagang kaki lima (PKL) di Jakarta.

“Tertib PKL, jangan kemudian kita egois ya, sehingga kita harus tata PKL-PKL itu,” papar Djarot.

Menurut Djarot, penataan hunian dan tata lalu lintas Jakarta juga masih harus dibenahi.

“Kemudian tertib hunian, ini ibukota negara, jangan lokasi-lokasi yang bukan tempat untuk bangun rumah, dibangun rumah disitu, seperti di kolong-kolong jembatan, ini Jakarta ya,” tegas Djarot.

“Tertib lalu lintas, ini juga masih (tidak tertib), ini semua kan bukan hanya (tugas) pemerintah, tapi masyarakat juga harus ikut terlibat,” tambahnya lagi.

loading...
Loading...