NEWS

Dibesarkan di Keluarga Islam, Zayn Malik Pernah Alami Kejadian Buruk Ini

loading...
attends the Universal Pictures and Legendary Pictures’ premiere of “Straight Outta Compton” at Microsoft Theater on August 10, 2015 in Los Angeles, California.

Siapa sih yang tak kenal dengan penyanyi tampan Zayn Malik? Sejak debut bersama One Direction hingga kini kepopulerannya tak pernah padam.

Zayn merupakan salah satu selebriti internasional yang beragama Islam. Ayahnya, Yaser, berdarah Inggris-Pakistan, sementara ibunya, Tricia, asli Inggris.

Tricia kemudian memutuskan untuk memeluk Islam ketika menikah dengan Yaser. Pasangan ini memiliki empat orang anak. Namun, Zayn adalah anak laki-laki satu-satunya dalam keluarga itu.

Dilahirkan dan dibesarkan di keluarga Muslim, Zayn mengaku bangga dan bertanggung jawab atas apa yang telah diraihnya.

“Saya merasa bangga dan bertanggung jawab bahwa saya yang pertama (sukses) dari latar belakang saya (Inggris/Pakistan/Islam),” katanya, dikutip viva.co.id dari media Inggris Evening Standard.

Seperti umat Islam lainnya, Zayn juga pernah mengalami kejadian buruk ketika pertama kali datang ke Amerika Serikat. Ia sempat diperiksa dengan sangat ketat karena nama dan agama yang dianutnya.

“Pertama kali saya datang ke AS, saya mendapatkan tiga kali pemeriksaan sebelum naik ke pesawat. Pertama mereka mengatakan saya dipilih secara acak, dan kemudian mereka menyebutkan bahwa itu ada hubungannya dengan nama saya, itu tertanda di sistem mereka,” tutur Zayn.

Bahkan, hanya karena masalah sepele itu, ia sempat tertahan tiga jam di bandara. Ia juga harus menjalani beragam pemeriksaan dengan sederet pertanyaan.

“Ketika pesawat saya mendarat, itu seperti film. Mereka menahan saya selama tiga jam, menanyakan saya tentang berbagai hal gila. Saya masih 17 tahun saat itu, dan pertama kalinya saya ke AS,” lanjutnya.

Padahal, kala itu Zayn datang bersama personil One Direction lainnya. Meski melelahkan, kekasih Gigi Hadid ini mencoba memahami aturan tersebut,

“Saya mengerti itu adalah level kehati-hatian yang perlu diperhatikan. Saya merasa, tak ada untungnya untuk marah,” pungkasnya.

loading...
Loading...